TUGAS KELOMPOK SOFTSKILL
PENGARUH KELAS SOSIAL DAN STATUS SOSIAL
TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
KELOMPOK 3
ANDRA MOCH.
FUADI
MEIS DWI
PUSPITA
NURUL FAJRI
NURUL HANIFA
PUTRI FATIKA
SARI
SYFA
NURRAHMAH
DENGKI
DAMHURI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2013-2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kelas sosial
adalah pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki status kelas yang
berbeda sehingga para anggota setiap kelas secara relatif mempunyai status yang
sama, dan para anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau
lebih rendah. Dalam lingkungan masyarakat kita melihat bahwa ada
perbedaan-perbedaan yang berlaku dan diterima secara luas oleh masyarakat.
Beragamnya orang yang ada di suatu lingkungan akan membentuk status sosial dan
kelas sosial. Status dan Kelas sosial menunjukan preferensi produk dan merek
dalam bidang-bidang ter-tentu seperti pakaian, perabotan rumah, kegiatan pada
waktu luang, dan kendaraan. Beberapa pemasar memfokuskan usaha mereka pada satu
kelas social.
Konsumen
mneghubungkan merek produk dan jasa dengan kelas sosial tertentu. Variasi luas
dalam hubungan yang dipercaya antara produk bermerek dan pangsa kelas sosial
memiliki implikasi manajerial yang penting. Banyak konsumen yang berpikir bahwa
merek dan toko juga mempunyai urutan kekuasaan. Konsumen percaya satu merek
lebih tinggi atau lebih rendah dari merek lain dan bahwa beberapa toko lebih
cocok untuk orang yang lebih tinggi dalma status sosial dibandingkan toko yang
lain. Pengertian akan perkembangan kelas sosial penting dalam memahami konsumsi
karena beberapa alasan antara lain rasa hormat (pemberian kehormatan sosial)
yang diberikan masyarakat, kelas sosial menentukan peluang hidup, gaya hidup
yang diisyaratkan di dalam kelas orisinal individu walaupun orang bergerak naik
atau turun di dalam struktur kelas dan gaya hidup kelas menengah atas cenderung
merembes turun dan menjadi diterima secara umum oleh masyarakat selebihnya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. PENGERTIAN KELAS SOSIAL
Kelas sosial adalah stratifikasi
sosial menurut ekonomi (Barger), ekonomi dalam hal ini cukup luas yaitu
meliputi juga sisi pendidikan dan pekerjaan, karena pendidikan dan pekerjaan
seseorang pada zaman sekarang sangat mempengaruhi kekayaan atau perekonomian
individu.
2.2. PENGERTIAN STATUS SOSIAL
Status
sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam
masyarakatnya (menurut Ralph Linton). Orang yang memiliki status sosial yang
tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan
dengan orang yang status sosialnya rendah.
2.3. FAKTOR PENENTU KELAS SOSIAL DAN STATUS
Apakah yang menyebabkan seseorang
tergolong ke dalam suatu kelas sosial tertentu? Jawaban terhadap pertanyaan
tersebut sangat beragam, karena strata sosial dalam masyarakat dapat terjadi
dengan sendirinya sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat itu
sendiri atau terjadi dengan sengaja disusun untuk mengejar tujuan-tujuan atau
kepentingan-kepentingan bersama. Secara ideal semua manusia pada dasarnya
sederajat. Namun secara realitas, disadari ataupun tidak ada orang-orang yang
dipandang tinggi kedudukannya dan ada pula yang dipandang rendah kedudukannya.
Dalam istilah sosiologi kedudukan seseorang dalam masyarakat disebut status
atau kedudukan sosial (posisi seseorang dalam suatu pola hubungan sosial yang
tertentu). Status merupakan unsur utama pembentukan strata sosial, karena
status mengandung aspek struktural dan aspek fungsional. Aspek struktural
adalah aspek yang menunjukkan adanya kedudukan - tinggi dan rendah dalam
hubungan antar status. Aspek fungsional, yaitu aspek yang menunjukkan adanya
hak-hak dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh penyandang status. Talcott
Persons, menyebutkan ada lima menentukan tinggi rendahnya status seseorang,
yaitu:
·
Kriteria
kelahiran (ras, kebangsawanan, jenis ke Camin)
·
Kualitas atau
mutu pribadi (umur, kearifan atau kebijaksanaan)
·
Prestasi
(kesuksesan usaha, pangkat,
·
Pemilikan atau
kekayaan (kekayaan harta benda)
Status social dapat
dibedakan menjadi dua macam menurut proses perkembangannya:
·
Status yang diperoleh atas
dasar keturunan.
Pada umumnya status ini
banyak dijumpai pada masyarakat yang menganut stratifikasi tertutup.
·
Status yang diperoleh atas
dasar usaha yang disengaja.
Status ini dalam
perolehannya individu dan anggota masyarakat berhak dan bebas menentukan
kehendaknya sendiri dalam memilih status tertentu sesuai dengan kemampuannya
sendiri.
Beberapa indikator lain
yang berpengaruh terhadap pembentukan kelas sosial, yaitu:
a. Kekayaan
Untuk memahami peran uang dalam menentukan strata sosiai/kelas sosial, kita
harus menyadari bahwa pada dasamya kelas sosial merupakan suatu cara hidup.
Artinya bahwa pada kelas-kelas sosial tertentu, memiliki cara hidup atau pola
hidup tertentu pula, dan untuk menopang cara hidup tersebut diperlukan biaya
dalam hal ini uang memiliki peran untuk menopang cara hidup kelas sosial
tertentu. Uang juga memiliki makna halus
lainnya. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan profesional lebih memiliki
prestise daripada penghasilan yang berujud upah dari pekerjaan kasar. Uang yang
diperoleh dari pekerjaan halal lebih memiliki prestise daripada uang hasil
perjudian atau korupsi. Dengan demikian, sumber dan jenis penghasilan seseorang
memberi gambaran tentang latar belakang keluarga dan kemungkinan cara hidupnya.
Jadi, uang memang merupakan determinan kelas sosial yang penting; hal tersebut
sebagian disebabkan oleh perannya dalam memberikan gambaran tentang latar
belakang keluarga dan cara hidup seseorang.
b.
Pekerjaan
Dengan semakin beragamnya
pekerjaan yang terspesialisasi kedalam jenis-jenis pekerjaan tertentu, kita
secara sadar atau tidak bahwa beberapa jenis pekerjaan tertentu lebih terhormat
dari pada jenis pekrjaan lainnya. Mengapa suatu jenis pekerjaan harus memiliki
prestise yang lebih tinggi dari pada jenis pekerjaan lainnya. Hal ini merupakam
masalah yang sudah lama menarik perhatian para ahli ilmu sosial. Jenis-jenis
pekerjaan yang berprestise tinggi pada umumnya memberi penghasilan yang lebih
tinggi, meskipun demikian terdapat banyak pengecualian. Jenis-jenis pekerjaan
yang berprestise tinggi pada umunya memerlukan pendidikan tinggi, meskipun
korelasinya masih jauh dari sempurna. Keseluruhan cara hidup seseoranglah yang pada
akhimya menentukan pada strata sosial mana orang itu digolongkan. Pekerjaan
merupakan salah satu indikator terbaik untuk mengetahui cara hidup seseorang.
Oleh karena itu, pekerjaan-pun merupakan indikator terbaik untuk mengetahui
strata sosial seseorang.
c.
Pendidikan
Kelas sosial dan pendidikan
saling mempengaruhi sekurang-kurangnya dalam dua hal. Pertama, pendidikan yang
tinggi memerlukan uang dan motivasi. Kedua, jenis dan tinggi rendahnya
pendidikan mempengaruhi jenjang kelas sosia. Pendidikan tidak hanya sekedar
memberikan ketrampilan kerja, tetapi juga melahirkan perubahan mental, selera,
minat, tujuan, etiket, cara berbicara - perubahan dalam keseluruhan cara hidup
seseorang. Dalam beberapa hal, pendidikan malah lebih penting dari pada pekerjaan.
De Fronzo (1973) menemukan bahwa dalam segi sikap pribadi dan perilaku sosial
para pekerja kasar sangat berbeda dengan para karyawan kantor. Namun demikian,
perbedaan itu sebagian besar tidak tampak bilamana tingkat pendidikan mereka
sebanding.
2.4. PENGUKURAN KELAS SOSIAL
Kelas sosial seseorang terukur dari bagaimana orang lain menilai dan
menghormati kelas sosial yang dimilikinya. Pengukuran kelas sosial juga dapat
dilakukan melalui beberapa kriteria ukuran sebagi berikut :
§ Ukuran Subjektif
Dimana seseorang diminta untuk menetukan sendiri posisi kelas sosialnya.
§ Ukuran Reputasi
Kelas sosial ditentukan oleh orang lain yang dari luar lingkungannya,
biasanya dinilai dari seberapa besar orang lain mengenal namanya.
§
Ukuran Objektif
Kelas sosial di tentukan berdasarkan atas variabel sosio-ekonomi seperti
pekerjaan,
besarnya
pendapatan, dan pendidikan.
Berdasarkan Status Ekonomi.
a.
Aristoteles membagi
masyarakat secara ekonomi menjadi kelas atau golongan:
o Golongan Sangat Kaya
o Golongan Kaya
o Golongan Miskin
Aristoteles
menggambarkan ketiga kelas tersebut seperti piramida:
Keterangan :
§ Golongan pertama
Merupakan kelompok terkecil dalam masyarakat. Mereka terdiri dari
pengusaha, tuan
tanah
dan bangsawan.
§ Golongan kedua : merupakan golongan yang cukup banyak terdapat di dalam
masyarakat. Mereka terdiri dari para pedagang, dsbnya.
§ Golongan ketiga : merupakan golongan terbanyak dalam masyarakat. Mereka
kebanyakan rakyat biasa.
b.
Karl Marx juga membagi
masyarakat menjadi tiga golongan, yakni:
§ Golongan kapitalis atau borjuis : Adalah mereka yang menguasai tanah dan
alat produksi.
§ Golongan menengah : Terdiri dari para pegawai pemerintah.
§ Golongan proletar : Adalah mereka yang tidak memiliki tanah dan
alat produksi. Termasuk didalamnya adalah kaum buruh atau pekerja pabrik.
Menurut Karl Marx golongan menengah cenderung dimasukkan ke golongan
kapatalis karena dalam kenyataannya golongan ini adalah pembela setia kaum
kapitalis. Dengan demikian, dalam kenyataannya hanya terdapat dua golongan
masyarakat, yakni golongan kapitalis atau borjuis dan golongan proletar.
2.5. APAKAH KELAS SOSIAL
BERUBAH
Kelas sosial yang dimiliki oleh seseorang merupakan hasil kerja keras,
dengan kerja keras tentu kelas sosial akan mengingat, namun untuk
mempertahankannya pun butuh perjuangan, bila tidak, maka kelas sosial yang
sebelumnya dimiliki akan mengalami penurunan.
Kelas sosial senantiasa akan berubah seiring dengan prestasi seseorang
dimasyarakat, untuk itu agar kelas sosial seseorang selalu terjaga maka ia
perlu menjaganya dengan usaha yang keras.
2.6. PEMASARAN PADA SEGMEN PASAR
BERDASAR KELAS SOSIAL
Pemasaran pada segmen pasar berdasarkan kelas sosial berbeda – beda sesuai
dengan kelas sosial yang ingin di tuju. Bisa dilihat apabila ingin memasarkan
suatu produk yang mempunyai kelas sosial yang tinggi biasanya menggunakan iklan
yang premium atau bisa di bilang lebih eksklusif karena dapat diketahui bahwa
orang – orang yang berada di kelas sosial atau memiliki status sosial yang
tertinggi, mereka lebih memilih produk yang higienis, terbaru, bermerk, dan
kualitas yang sangat bagus. Berbeda apabila pemasaran dilakukan untuk orang –
orang yang berada pada kelas sosial terendah. Penggunaan iklan pun kurang di
gencarkan dan biasanya malah lebih menggunakan promosi yang lebih kuat, karena
kelas sosial yang rendah lebih banyak mementingkan sebuah kuantitas suatu
produk dengan harga yang murah. Jadi berbeda sekali pemasaran yang dilakukan
apabila melihat dari posisi kelas sosial yang ada.
Untuk mencapai hasil pemasaran yang optimal, kita pertama kali harus
terlebih dahulu melakukan segmentasi pasar atas produk yang akan kita jual.
Segmentasi pasar pada intinya membagi potensi pasar menjadi bagian-bagian
tertentu, bisa berdasarkan pembagian demografis, berdasarkan kelas ekonomi dan
pendidikan ataupun juga berdasarkan gaya hidup (psikografis). Pembagian segmen
yang paling lazim dilakukan adalah berdasarkan kelas sosial ekonomi. Sebagai
misal, pembagian yang sering dilakukan adalah membagi lapisan pasar menjadi
empat kelas : misal kelas C (le;as ekonomi rendah), kelas B (mengengah), kelas
AB (mengengah atas), dan kelas A (golonagn atas).
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Pengaruh
kelas dan status sosial mempunyai tujuan untuk menganalisis pengenalan
kebutuhan, proses pencarian, kriteria evaluasi, dan pola pembelian dari
berbagai kelas sosial untuk mencocokkan produk dan komunikasi secara benar
dengan kelas sosial yang aktual dan yang dicita-citakan. Untuk memahami prilaku
konsumen, sebaiknya produsen mengetahui pula tentang kelas dan status sosial
agar mengetahui apa yang diinginkan oleh para konsumen. Makalah ini tidak luput
dari kekurangan dan kesalahan. Kritik dan saran sangat diharapkan untuk
memperbaiki makalah ini agar menjadi lebih sempurna.
Kelas dan
Strata sosial dalam lingkungan masyarakat dipandang sebagai suatu jurang
pembatas antar masyarakat. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kelas sosial
dalam masyarakat seperti kekayaan, pendapatan, pekerjaan, pendidikan,
asosiasi, sosialisasi tiap individu. Oleh karena itu para pemasar dalam membuat
iklan juga harus sesuai target yang ditujukan sehingga iklan tidak salah
sasaran dan perusahaan dapat mencapai tujuan.
DAFTAR PUSTAKA
Prasetijo,
Ristiyanti. Dra. MBA., dan J.O.I, John Ihalauw. Prof. Ph.D.. 2005. Perilaku
Konsumen. Salatiga.
http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-status-sosial-kelas-sosial-stratifikasi-diferensiasi-dalam-masyarakat
http://massofa.wordpress.com
http://html-pdf-converter.com
http://pustaka.ut.ac.id
