Thursday, 12 December 2013

Kegelisahan Dengan Pengharapan

Pemahaman tentang Hubungan Kegelisahan dengan Pengharapan

Pengertian Kegelisahan :
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang memiliki arti tidak tenteram hatinya atau merasa khawatir , tidak tenang, tidak sabar serta cemas. Kegelisahan juga dapat dikatakan sebagai hal yang menggambarkan seseorang tidak tenteram hati maupun perbuatannya, ia selalu merasa khawatir dan tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar atau selalu merasa cemas dalam hidupnya.

Contoh :
Jika sedang menunggu kabar yang menegangkan kita berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkan kepala, memandang jauh kedepan sambil mengepalkan tangan, duduk termenung sambil memegang kepala, dan lain sebagainya
Tanggapan :
Seharusnya kita tidak perlu melakukan hal tersebut karena itu akan menambah kepanikan kita terhadap sesuatu tersebut, dan sikap kita seharusnya tenang saja, tidak perlu gelisah dan panik

Pengertian Harapan :
Harapan adalah keyakinan emosional pada kemungkinan hasil positif yang berhubungan dengan kejadian dan keadaan hidup. Harapan membutuhkan tingkat ketekunan yaitu percaya bahwa sesuatu itu mungkin terjadi bahkan ketika ada indikasi sebaliknya. Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh.

Contoh Harapan :
Hasan adalah salah satu murid  SMA Bakti Jaya, ia rajin belajar dengan harapan di dalam Ujian Akhir Semester mendapatkan nilai yang baik sehingga bisa naik kelas
Tanggapan :
Dari contoh diatas apa yang diharapkan Hasan ialah terjadinya keinginan, karena itu budi belajar tanpa mengenal waktu . Semuanya itu dia lakukan demi terwujudnya apa yang diharapkan. Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan, bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang.

http://splashurl.com/p2h94ha

Penertian dari Tanggung Jawab

A .Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah suatu keadaan wajib menanggung segalanya. Sehingga menurut kamus umum bahasa Indonesia, tanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatu, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pihak lain.

B .Macam – macam Tanggung jawab
Tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Beberapa jenis tanggung jawab yaitu
1 .Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
Contoh : Budi tidak belajar padahal esok hari akan ada test. Ia malah bermain bersama teman-temannya. Akhirnya ketika tiba waktu ulangan, Budi tidak dapat mengerjakan semua soal dengan benar. Dan ia pun mendapatkan nilai merah dirapornya sehingga ia harus mengulang kelas. Konsekuensi dari mengulang kelas merupakan tanggung jawab sendiri akan kesombongannya.
2 .Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-isri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap – tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga terhadap kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.
Contoh : Seorang ayah yang rela bekerja keras dari pagi hingga malam demi memenuhi kebutuhan anak-istrinya.
3. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutukan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia disini adalah anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam msyarkat tersebut. Maka wajar saja apabila segala tingkah laku dan perbuatan harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Contoh : Setiap warga wajib ikut dalam ronda demi terciptanya keamanan dan kenyamanan dalam lingkungan masyarakat.
4 .Tanggung jawab terhadap Bangsa dan Negara
Tiap manusia dan tiap individu adalah warga negara dalam suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertingkah laku manusia terikat oleh norma – norma atau aturan – aturan yang dibuat oleh negara. Manusia tidak bisa berbuat seenaknya sendiri. Jika perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab terhadap negara.
Contoh : Jamal telah terbukti melakukan kasus pembunuhan berencana maka ia pun harus mempertanggung jawabkan kesalahannya tersebut sesuai dengan peraturan hukum yang ada pada negara Indonesia yaitu hukuman mati atau penjara seumur hidup.
5 .Tanggung jawan terhadap Tuhan.
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehungga segala tindakan manusia tidak terlepas dari hukuman-hukuman atau aturan – aturan Tuhan yang dituangkan di berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Bila manusia melakukan pelanggaran maka Tuhan akan memperingatkan dengan hukuman yang keras tetapi jika manusia tersebut masih menghiraukan peringatan dari Tuhan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Dengan mengabaikan perintah – perintah Tuhan berarti meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai pencipta, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.
Contoh : setiap umat muslim wajib melaksanakan puasa selam 1 bulan apabila telah datang bulan suci Ramadhan. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud dari menaati perintah/aturan yang telah diperintahakan oleh Allah SWT.

http://splashurl.com/o2uav9a

Pemahaman Tentang Ideologi

"Ideologi" bukanlah istilah yang asing bagi kita. istilah tersebut akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Melalui media massa, kita sering mendengar dan membaca istilah itu. bahkan, mungkin kita pun sering menggunakan istilah itu.
Ketika kita sering mendengar, membaca, atau menggunakan istilah itu, kita tahu bahwa yang dibicarakan adalah tentang gagasan. Ideologi memang berkenaan dengan gagasan. Tetapi, gagasan macam apakah ideologi itu? Apa sesungguhnya ideologi itu?
Tidaklah mudah menjawab pertanyaan itu. karena ideologi merupakan istilah yang memiliki beragam makna.
Artinya apa yang dimaksud seseorang dengan istilah itu bisa sama sekali berbedadari apa yang dimaksud oleh orang lain. Itulah sebabnya kita perlu secara singkat menelusuri dimensi historis makna ideologi

1.Nicollo Machiavelli (1469-1527)
Nicollo Machiavelli berasal dari Florence, Italia. meskipun mengenal istilah ideologi, Machiavelli adalah orang pertama yang secara langsung membahas fenomena ideologi. Ia mengamati dan membahas secara mendalam mengenai praktik-praktik politik yang dilakukan oleh para Pangeran. salah satu hasil pengamatannya tampak dalam bukunya yang terkenal berjudul II Principe. Menurut Machievelli, ideologi pada dasarnya berkenaan dengan siasat dalam berpolitik praktis. Siasat itu teruama tampak dalam tiga hal. pertama, kecenderungan orang untuk melakukan penilaian keadaan berdasarkan kepentingannya. Kedua, konsepsi-konsepsi keagamaan seringkali digunakan untuk menggalang kekuasaan dan melkukan dominasi. Ketiga, kebutuhan untuk menggunakan tipu daya dalam memperoleh dan mempertahankan kekuasaan.
Dalam pandangannya Machiavelli, ideologi hakikatnya adalah pengetahuan mengenai cara menyembunyikan kepentingan, mendapatkan serta mempertahankan kekuasaan dengan memanfaatkan konsepsi-konsepsi keagamaan dan tipu daya. Pemahaman tersebut mempengaruhi pemikiran-pemikiran lehbih lanjut mengenai ideologi, terutama pemikiran Karl Marx.

2.Antoine Destut de Tracy (1754-1856)
Ia adalah pemikir Prancis. Ia hidup pada masa-masa terjadinya gejolak revolusi Perancis. pemikirannya sangat dipengaruhi oleh rasionalisme Abad Pencerahan.
Bagi de Tracy, istilah ideologi memiliki konotasi positif. ideologi adalah ilmu mengenai gagasan atau ilmu tentang ide-ide, Tepatnya, ilmu pengetahuan yang tepat mengenai dan yang mengatasi prasangka-prasangka agama maupun metafisika.
Melalui ilmu baru itu, bersama dengan rekannya sesamam adeolog, berusaha mangajak masyarakat prancis untuk berusaha menemukan dan menilai ide yang sehat dan ide yang tidak sehat yang berkembang dalam masyarakat. Ide yang sehat adalah yang sesuai dengan realita dan sejalan dengan akal budi. Sementara itu, bertentangan dengan akal budi, yang lalu ia buat dengan realitas dan palsu atau khayalan belaka.
Dengan demikian, meskipun ideologi berkenaan dengan dunia gagasan, bagi de Tracy ideologi tidak hanya bersifat teoretis. ideologi mesti memiliki implikasi praktis. Ideologi harus ada gunanya dalam kehidupan praktis sehari-hari, yaitu memberi patokan-patokan untuk melakukan perbaikan keadaan masyarakat.
Ketika itu, dalam masyarkat Perancis terjadi banyak sekali ketidakadilan. Ketidakadilan terjadi, demikian menurut pengamatan de Tracy, karena adanya gagasan palsu, yaitu gagasan yang tidak bertumpu pada kenyataan dan akal budi. Contoh gagasan palsu itu adalah gagasan yang bersumber dari agama, bahwa raja memiliki kekuasaan dari tuhan. Akibatnya, kekuasaan raja bersifat mutlak, tidak bisa giganggu gugat.
Agama, menurut de Tracy, merupakan sumber pengetahuan yang tidak sehat. Karena itu, negara tidak boleh dijalankan berdasarkn kaidah-kaidah agama.Tetapi, ketika Napoleon berkuasa, de Tracy didepak Senat. Napoleon menganggap ideologi sebagai gagasan yang bersifat doktriner dari para pemikir, sesuatu yang tidak realistis dan tidak sesuai dengan praktik politik. Sejak itu, ideologi lenyap dari gelanggang kehidupan politik.

3. Karl Marx (1818-1883)
Lima puluh tahun kemudian, setelah de Tracy didepak senat, ideologi menjadi perhatian kembali. Itu terjadi berkat pemikiran Karl Marx. Marx berasal dari Prussia (kini jerman). Ia mengemukakan pandangannya mengenai ideologi dalam bukunya berjudul Die Deutch Ideologie. Marx memahami ideologi berkebalikan dari pengertian menurut de Tracy. Bagi de Tracy, ideologi adalah gagasan yang sehat, yang sesuai dengan realitas. sebaliknya menurut Marx, ideologi adalah kesadaran palsu.
Mengapa disebut kesadaran palsu? Karena ideologi merupakan hasil pemikiran tertentu yang diciptakan oleh pemikir. Padahal kesadaran para pemikir itu pada dasarnya sangat ditentukan oleh kepentingannya. Maka hasil pemikiran yang muncul dalam bentuk ideologi sesungguhnya tidak lebih dari khayalan untuk melindungi kepentingan kelas para pemikir itu. Kelas pemikirn itu menurut Marx umumnya adalah kelas penguasa, yang memaksakan ide itu kepada masyarakat.
Dengan demikian, ideologi menurut Marx pada dasarnya adalah pengandaian-pengndaian spekulatif. Pengandaian-pangandaian spekulatif itu berupa agama, moralitas, atau keyakinan polotik. Meskipun dianggap sebagai kenyataan.Hal itu demikian menyembunyikan atau melindungi kepentingan kelas sosial si penyusun ideologi. Demikianlah ideologi dasar pembenaran atas hak-hak istimewa kelas tertentu.

4. Louis Althusser (1918- )
pandangan keempat mengenai ideologi di kemukakan oleh Louis Althusser. Ia adalah murid Marx. Namun mengenai ideologi. Menurut Althusser, ideologi memang berisi gagasan spekulatif. Namun itu tidak berarti bahwa ideologi adalah kesadaran palsu. Sebab, gagasan spekulatif itu dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang bagaimana manusia semestinya menjalankan hidupnya. Jadi ideologi bukanlah jawaban atas pertanyaan 'apa itu dunia'. Melainkan, jawaban atas pertanyaan 'bagaimana orang harus menjalani hidup di dunia'. Dengan demikian, sesungguhnya setiap orang membutuhkan ideologi. Sebab, setiap orang perlu memiliki keyakinan tentang bagaimana semestinya ia menjalani kehidupannya.
Pendek kata, setiap orang membutuhkan pedoman hidup baik sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat. Dan, persis, pedoman hidup itulah yang ditawarkan oleh ideologi.

LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
1.Mengenal, merupakan suatu kodrat bagi manusia dan tahap hidup pertama dari setiap individu. Sebagai seorang muslim kita mengenal pandangan hidup yaitu alquran dan hadist serta ijamak Ulama yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
2.Mengerti, mengerti disini dimaksudkan pada mengerti tentang pandangan hidup.
3.Menghayati, menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam pandangan hidup yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup.
4.Meyakini, merupakan suatu hal yang cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai tujuan hidupnya.
5.Mengabdi, merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya sendiri lebih dari orang lain.
6.Mengamankan, merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.