BENTUK-BENTUK ORGANISASI
Terdapat 3 bentuk utama dalam organisasi bisnis yaitu :
1. Perusahan Perseorangan (sole proprietorship)
2. Perusahaan Patungan atau firma (partnership)
3. Perseroan Terbatas (PT)
I. Perusahaan Perseorangan
Usaha Pribadi adalah bentuk bisnis yang dimiliki dan dioperasikan
oleh hanya satu orang dan mengambil segala keputusan dan bertanggungjawab
secara pribadi atas segala hal yang dilakukan oleh perusahaan.
Kelebihan perusahaan Perseorangan :
a. Mudah dibentuk, murah biaya pembentukannya
b. Keuntungan hanya dinikmati oleh satu orang yaitu pendiri usaha
tersebut.
c. Pembuatan keputusan dan pengendalian hanya dilakukan oleh satu
orang.
d. Fleksibel dalam arti manajemen dapat dengan mudah beraksi
terhadap keputusan
e. Relatif tidak ada kontrol dari pemerintah.
Kekurangan Perusahaan Perseorangan :
a. tanggungjawab utang tidak terbatas.
b. Jarang ada yang bertahan lama.
c. Relatif sulit untuk memperoleh pinjaman jangka panjang dengan
bunga yang rendah.
d. Relatif bergantung hanya pada pola pikir satu orang saja.
II. Perusahaan Persekutuan
Persekutuan (firma dan komanditer) merupakan bentuk organisasi
bisnis di mana dua orang atau lebih bertindak sebagai pemilik dari perusahaan
sehingga tanggungjawab dan hak yang ada akan ditanggung oleh mereka. Firam
adalah perseroan yang didirikan untuk menjalankan sutau perusahaan di bawah
satu nama bersama dimana peserta-pesertanya langsung dan sendiri-sendiri
bertanggungjawab sepenuhnya kepada pihak ketiga. Sedangkan persekutuan
Komanditer (CV) adalah perseroan yang didirikan untuk menjalankan suatu
perusahaan yang dibentuk oleh satu orang atau lebih sebagai pihak yang
bertanggungjawab renteng (solider) dan satu orang atau lebih sebagai pihak lain
yang mempercayakan uangnya (Lupiyoadi R dan Wacik,1998)
Kelebihan-kelebihan Perusahaan Persekutuan :
a. Modal tersedia banyak
b. Meningkatkan kepercayaan kreditor
c. Keahlian dan ketrampilan bertambah
d. Adanya kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang
Kekurangan-kekurangan Persekutuan :
a. tanggung jawab tidak terbatas
b. Umur yang terbatas
c. Lemahnya penegendalian
Lebih lanjut Lupiloyoadi dan Wacik mengungkapkan fungsi dan
kedudukan partner dalam sebuah persekutuan dapat berupa :
a. Otensible partner
b. Active partner
c. Secret partner
d. Dormant partner
e. Nominla partner
f. Subpartner
g. Limited partner
III. Perseroan Terbatas Perseroan Terbatas secara
hukum dianggap sebagai suatu badan hukum, terpisah dari individu-individu yang
memilikinya. PT didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha
dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi atas saham, dan memenuhi persyaratan
yang ditetapkan dalam Undang-undang serta peraturan pelaksanaannya. Perusahaan
mengumpulkan dana yang diperlukannya denganjalan menjual saham kepada
masyarakat dan para pemegang saham tersebut menjadi pemilik perusahaan itu. Jika
perusahaan mendapatkan keuntungan maka perusahaan akan membayarkannya atas
saham yang dibelinya (deviden). Namun keuntyungan yang tidak dibagikan juga
merupakan kepunyaan para pemilik, tetapi biasanya keuntungan tersebut
ditanamkan kembali kedalam kegiatan perusahaan, sebaliknya jika perusahaan
dibubarkan maka para pemegang saham membagi-bagi setiap aktiva yang tersisa
setelah semua hutang dibayar.
Kelebihan bentuk PT :
a. Adanya tanggunjawab atas utang yang terbatas.
b. Adanya kemungkinan untuk memperjualbelikan saham yang
dimilikinya.
c. Umumnya memiliki jangkawaktu operasi yang tidak terbatas
d. Relatif lebih mudah untuk memperoleh pinjaman dengan nilai
nominal yang besar.
e. Adanya kemungkinan untuk alih teknologi dan ilmu.
Kekurangan bentuk PT :
a. Keterbatasan dalam jenis bidang usaha yang akan dijalankan.
b. Adanya perbedaaan kepentingan di dalam menjalankan PT.
c. Adanya kewajiban membuat laporan kepada berbagai pihak
d. Biaya pendirian yang tidak sedikit
e. Adanya sisitem pajak yang menyebabkan seorang pemegang saham
membayar pajak ganda yaitu pajak atas PT itu sendiri, deviden yang diterima
serta pajak individu.
Garis kekuasaan dalam Perseroan Terbatas ialah :
a. Shareholder (Pemegang Saham)
Pemegang saham merupakan kekuasaan tertinggi dalam perseroan,
dalam pertemuan mereka , pemegang saham memilih direktur untuk mengelola
perusahaan, memilih akuntan public untuk mengaudit keuangan.
b. Dewan Direktur (Board of Directors)
Merupakan perwakilan dari pemegang saham, mempunyai kekuasaan
untuk memutuskan suatu keputusan manajemen seperti keputusan untuk membangun
pabrik baru dsbnya.
c. manager (managers)
Chief Executive Officers (CEO) atau managing Directors dari
perusahaan ditunjuk oleh board of director dan bertanggungjawab melaksanakan
kebijakan dari board of directors.
V. BENTUK LAIN ORGNANISASI
A. JOINT VENTURE
Joint venture dapat diartikan sebagai suatu persetujuan (joint
project), yaitu bentuk persekutuan perseroan yang dibentuk oleh dua ataqu
lebihperseroan untuk tujuan tertentu. Tujuan utama dari joint venture adalah
menggabung perseroan yang memiliki keahlian yang berbeda untuk dapat
dikontribusikan demi keberhasilan suatu proyek tertentu.
Joint venture biasanya digunakan untuk mngerjakan pembangunan
proyek-proyek besar yang memerlukan modal besar.
Karakteristik utama joint venture adalah :
a. Dibatasi pada proyek tertentu
b. Jangka waktu dibatasi dengan perjanjian dan dihentikan pada
saat proyek selesai
c. Dibawah kekuasaan seorang manajer, dimana namanya tertera dalam
usaha
d. Pada saat joint venture selesai para partisipan akan membagi
laba dan rugi sesuai perjanjian
B. SINDICATE
Memiliki kemiripan dengan joint venture dibentuk oleh beberapa
perusahaan yang mempunyai tujuan khusus. Sindicate digunakan dalam bidang
keuangan.
C.FRANCHISEE
Franchisee adalah suatu sistem pemasaran yang berkisar pada perjanjian
sah antara dua pihak yang salah satunya (franchisee) diberi hak istimewa untuk
menjalankan bisnis sebagai pemilik pribadi tapi dengan syarat perusahaan
dijalankan menurut metode dan cara yang dispesifikasikan oleh pihak lain
(franchisor). Perusahaan franchisee biasanya memberi anggota sistem tersebut
denngan nama, logo, prosedur pengoperasian, dan lain-lain.
Struktur organsasi
Struktur Organisasi adalah suatu suusunan dan hubungan antara tiap
bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam
menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi
menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan
yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur
organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada
siapa.
Tipe Struktur Organisasi
Ada beberapa jenis struktur organisasi dan perusahaan harus
memilih mana yang terbaik sesuai dengan kebutuhannya.
1. Struktur Tradisional
Struktur ini berdasarkan fungsi divisi dan departemen. Ini adalah
jenis struktur yang mengikuti aturan dan prosedur organisasi. Dicirikan dengan
memberikan garis otoritas yang jelas di seluruh level manajemen. Jenis struktur
dibawah struktur tradisional adalah :
2. Struktur Lini –
adalah jenis struktur yang memiliki lini perintah yang sangat spesifik.
Persetujuan dan perintah dari jenis struktur ini berasal dari atas ke lini yang
bawah. Struktur ini sesuai untuk organisasi yang kecil seperti kantor akunting
atau kantor hukum. Jenis struktur seperti ini memudahkan pengambilan keputusan,
dan bersifat informatif. Mereka memiliki departemen yang lebih sedikit, yang
membuat seluruh organisasi sangat desentralisasi.
3. Struktur Lini dan Staff –
meskipun struktur lini sesuai untuk kebanyakan organisasi, khususnya organisasi
yang kecil, tapi tidak efektif untuk organisasi yang lebih besar. Dimana
struktur organisasi lini dan staff memainkan perannya. Lini dan struktur
menggabungkan struktur lini dimana informasi dan persetujuan berasal dari atas
ke bawah, dengan dukungan dan spesialisasi staf departemen. Stuktur organisasi
lini dan staff lebih terpusat. Manajer lini dan staff memiliki otoritas pada
bawahannya. Pada jenis stuktur organiasai ini, proses pengambilan keputusan
menjadi lebih lambat karena lapisan dan panduan yang tipikal, dan jangan
melupakan formalitas didalamnya.
4. Struktur fungsional –
jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang
mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan
dalam organisasi. Bagan organisasi untuk organisasi berbasis fungsional terdiri
dari Vice President, Sales department, Customer Service Department, Engineering
atau departemen produksi, departemen Akunting dan Administratif .
5. Struktur Divisional
Ini adalah jenis struktur yang berdasarkan divisi yang berbeda
dalam organisasi. Struktur-struktur ini dibagi kedalam:
- Struktur produk – struktur sebuah produk
berdasarkan pada pengelolaan karyawan dan kerja yang berdasarkan jenis produk
yang berbeda. Jika perusahaan memproduksi tiga jenis produk yang berbeda,
mereka akan memiliki tiga divisi yang berbeda untuk produk tersebut .
- Struktur pasar – struktur pasar digunakan untuk
mengelompokkan karyawan berdasarkan pasar tertentu yang dituju oleh perusahaan.
Sebuah perusahaan bisa memiliki 3 pangsa pasar yang digunakan dan berdasarkan
struktur ini, maka akan membedakan divisi dalam struktur.
- Struktur geografis – organisasi besar memiliki
kantor di tempat yang berbeda, misalnya ada zona utara, zona selatan, barat,
dan timur. Struktur organisasi mengikuti struktur zona wilayah.
6.Struktur Matrix
Merupakan struktur, yang menggabungkan struktur fungsi dan produk.
Kedua gabungan ini merupakan gabungan terbaik untuk membuat struktur organisasi
yang efisien. Ini adalah struktur organisasi yang paling kompleks.
DAFTAR PUSTAKA :